Menulislah …..


Pada kesempatan ini saya mau cerita pengalaman berharga supaya teman-teman  tahu bahwa saya kesulitan dalam menulis. Tahu nggak, dalam  empat  hari ini, saya ikut diklat ICT yang salah materinya adalah bagaimana guru juga bisa mempunyai blog.  Karena selama ini saya jarang menulis dan boleh dikatakan hampir tidak pernah maka pada kesempatan  ini merupakan kesempatan  berharga  untuk mulai menulis.

Apa yang terjadi? Saya mengharap dan menunggu datangnya mood terbaik untuk menulis. Ternyata menunggu mood itu kadang-kadang sama saja menunggu jatuhnya uang dari langit. Suatu penantian yang sia-sia.

Karena mood itu juga tak datang padahal  kegitan empat  hari telah berlalu, saya mulai cari-cari alasan pembenaran diri. Saya pikir, mungkin saya terlalu capek, mungkin otakku jenuh, apalagi jadwal kegiatan sangat padat dan banyak tugas yang harus diselesaikan. Nah, mulai  muncul penyakit manusia, seakan menyalahkan keterbatasan lingkungan padahal walau fasilitas itu ada, bukanlah jaminan bahwa saya mood menulis. Yah, ini untuk mengurangi rasa bersalah atau sia-sia, atau untuk menghibur hati. Ah…. mood itu tak juga datang.

Tapi, ada berita gembira karena di situasi yang sulit ini, ada tips yang rasanya sederhana tapi manjur. Menulis pasti susah bagiku karena saya tak terbiasa menulis. Apa itu tipsnya? Pokoknya kerjakan saja. Diperjalanan pulang dari ruang lab computer mengikuti materi sekitar jam 9  malam, putriku yang kelas 2 SD menelpon. Dengan semangat juang 45 dia bercerita bahwa hari ini nilai ulangan matematikanya 98. Dan untuk memberikan motivasi saya mengatakan bahwa asal mau belajar pasti bisa . Sekarang kita kan bisa belajar asal mau. Dan putriku membenarkan. “Iya Papi… betul itu. Saya dapat nilai bagus karena belajar sendiri. Padahal awal sekolah  di SD  nilainya selalu mendekati nol, sehingga harus pindah sekolah dan mengulang. Rasa percaya diri seperti ini yang perlu dibangun bahwa kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran.

Setelah selesai berbicara dengan putriku, saya berjalan menuju asrama, saat baring untuk melepaskan lelah  selama seharian mengikuti kegiatan, tiba-tiba teringat motivasi yang saya sampaikan kepada putriku bahwa   asal mau belajar pasti bisa dan kesalahan adalah bagian proses pembelajaran. Tiba-tiba saya memberi perintah paksa pada diri saya. “Duduklah dulu. menulislah walau hanya 20 menit, Saya pun melawan rasa enggan duduk menulis dan mulailah saya mengetik. Otakku mulai asyik mikir, jari-jariku mulai mengetik hingga saya harus menunda tidur  30 menit, dan 20 menit lagi, dan 10 menit lagi. Maka benar bahwa jangan tunggu mood datang. Kerjakan saja. Malam hari ini, tips itulah yang kupakai hingga tulisan di blogku baru saja terselesaikan.

Tentang Ansar Langnge

Saya adalah seorang Guru Matematika. Sekarang saya Mengajar di salah satu SMP di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan Indonesia. Saya menekuni pekerjaan ini sejak tahun 1999 sampai dengan sekarang. Mengajar bagi saya lebih dari sebuah pekerjaan.
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s